Masih terus UP date

  • ceritapetualang /
    11 Dec 2012

    Menjemput si Merah

    Di tanah Sulawesi ini saya menganngap memiliki 3 rumah walaupun bukan rumah pribadi. Rumah pertama di Pinrang karena saya bertugas disana, rumah kedua adalah Makassar karena saya harus ke kota tersebut untuk menghadiri pertemuan rutin. Dan untuk rumah ketiga adalah Toraja. Dalam 4 bulan ini saya sudah mengunjungi Toraja sebanyak 4 kali dengan maksud yg berbeda beda. 2 kali mengantar teman yg blum pernah ke Toraja. Sekali dengan tujuan libur lebaran dan yg terbaru adalah untuk menjemput si Merah. Si Merah menjadi teman yg sedikit special dibanding teman ku yg lain, ini karena kebanyakan teman saya berwarna hitam. Mulai dari si mbak bebek motor hitam, helm hitam, tas hitam, sabuk hitam, celana hitam bahkan 70% kaos yg saya punya berwarna hitam. Untungnya kulit saya lebih ke warna coklat ke
  • ceritapetualang /
    14 Oct 2012

    All about us

    Ini bukan cerita tentang diriku, tetapi cerita tentang kami yg menjalani perjalanan di tempat yg baru pertama kali di kunjungi yaitu tanah Sulawesi.Kami menjalani perjalanan Makassar- Toraja - Bira - Makassar dengan jarak total skitar 700km dengan waktu skitar 38jam atau 2 hari satu malam.(28-30 September 2012) Ketika permintaan mereka harus ke Toraja dan dilanjut ke Tanjung Bira sayapun langsung bilang “gila nih dengan waktu yg nggak sampai 2 malam tuh pasti bakal capek lo”. Tapi dengan ringan mereka bilang “ya klo belum ada yg melakukan bisa jadi kita nanti orang pertama sebagai wisatawan yg melakukan dalam kunjungan perdana di Sulawesi Selatan”. Perjalanan yg dimulai dari Jum’at malam ato malah udah sabtu dini hari, berangkat dari bandara Sultan Hasanu
  • ceritapetualang /
    22 Sep 2012

    Batutumonga

    Suasana mendung kali ini menjadi payung perjalanan kami menuju Toraja. Karena kami termasuk kaum bangsawan (bangsane tangi awan/ kaum bangun siang :D ), kamipun menuju Toraja dengan posisi matahari yg sudah berada tepat diatas kepala. Diawali dengan menu pembuka Itik Pallako yg merupakan makanan khas Pinrang kamipun memantapkan diri berangkat ke Toraja dengan kendaraan roda 2. Itik Pallako Karena suasana mendung menjadikan perjalanan kami terasa lebih nyaman karena terlindung dari panasnya matahari, masuk daerah Enrekang mulailah kami memasuki jalur S dan jalur U ciri khas jalan di daerah pegunungan. Dengan tanda pantat yg sudah terasa panas dan pundak yg sudah terasa pegal karena membawa ransel akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sebentar di kawasan Gunung Nona. Gunung Non
  • ceritapetualang /
    27 May 2012

    Mengunjungi kampung Pinisi

    Mengunjungi pantai bira bagiku dan beberapa temanku adalah hal biasa, bukan karena kami sering berkunjung kesana tetapi karena suasana pantai sudah sangat sering kami temui di Makassar. Maka ketika ada teman yang ingin diantar kesana saya merasa biasa aja seperti saya bermain kePantai di Makassar tiap bulanya Perjalanan dari Makassar ke Pantai Bira biasanya ditempuh dalam waktu 4-5jam, kami berangkat terlalu siang sehingga sampai di tanjung Bira matahari sudah tenggelam. Begitu tiba kamipun mencari penginapan buat orang delapan dan syukur langsung dapat karena saat itu sedang padatnya pengunjung yang menghabiskan waktu libur panjangnya. Sebenarnya di Bira saat yg paling saya nantikan adalah suasana malam harinya, bukan karena berada di Pantainya tetapi saat kami menghabiskan malam bersam
  • ceritapetualang /
    20 Feb 2012

    POI Bridge Series

    Sebuah perjalanan itu bila tidak menemukan sesuatu yang menarik akan menjadi perjalanan yang membosankan. Kata menarik masih sangat relatif karena tiap orang memiliki penilaian yang berbeda. Bagi saya perjalanan itu sendiri menjadi sebuah hiburan tersendiri, sehingga tiap kali melakukan perjalanan dengan rute yang sama rasa bosanku juga terkadang muncul. Karena bosan orang akan menjalani setiap perjalanan dengan TIDUR Dalam Perjalanan. Pekerjaan saya banyak dihabiskan dijalanan, kalo saya gampang bosan dengan perjalanan maka saya mungkin sering tidak menikmati perjalanan. Karena itu di setiap perjalanan saia menentukan tempat tersendiri sebagai tempat yang menarik buat saia dan orang bugis menyebutnya dengan POINT OF INTEREST. [gallery] Dalam Perjalanan Makasar Pinrang saia membuat POI

Author

Recent Post

Recent Comments