Masih terus UP date

Hitler belum tentu masuk neraka

9 Sep 2015 - 02:29 WIB

Sumber gambar Google

Hanya ingin berandai andai tentang surga dan neraka itu berada di alam dunia ini. Tentu surga dan negaranya tiap manusia itu berbeda. Ada orang yang merasakan nikmatnya surga itu ketika dia melakukan sebuah kebaikan dan merasakan siksaan seperti di neraka ketika melakukan kejahatan. Tetapi ada juga ketika dia merasakan nikmatnya surga itu ketika dia melakukan keburukan dan justru sangat tersiksa ketika melakukan sebuah perbuatan yang baik.

Salah satu contoh gampang seorang kleptomania akan sangat gembira ketika dia bisa mengambil sesuatu tanpa diketahui orang lain dan sangat tersiksa ketika dia harus membayar/membeli barang yang seharusnya dengan gampang dia ambil. Disisi lain ada orang yang sangat menghindari perbuatan jahat akan menjadi tersiksa ketika tanpa disengaja atau malah tersiksa membunuh seseorang , sehingga memiliki sebuah perasaan bersalah hingga hidupnya serasa sudah berada dineraka.

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir yang membunuh anak kecil karena beliau mengetahui bahwa anak kecil tersebut adalah seorang Kafir yang bila dibiarkan hidup akan mempengaruhi orang tuanya yang mukmim menjadi kafir. Kisah tersebut tertulis di Al qur’an sehingga kita sebagai umat muslim mengetahui  maksud dari ajaran Nabi Khidir kepada Nabi Musa.

Jengis Khas dijuluki sebagai pembunuh satu juta orang lebih di satu kota hanya dalam waktu satu jam. Dia membunuh karena permintaan dari putrinya yang suaminya terbunuh oleh panah orang Nishapur. Sehingga penduduk satu kota baik itu wanita dan anak anak semuanya dibunuh dengan keji dan semua kepalanya dipenggal dan ditumpuk menjadi pyramid dalam waktu 10 hari.

Hitler adalah salah satu orang yang dianggap punya dosa besar ketika dia membunuh ribuan orang Yahudi. Sedangkan Hitler sendiri adalah seorang yang sangat mencintai keluarganya. Seorang Hitler percaya bahwa bangsa Aria adalah suku terkuat sehingga harus bisa menguasai suku yang lainya. Sehingga hukum rimbapun akhirnya digunakanlah.

Hukum rimba sendiri adalah sebuah hukum dimana yang terkuatlah yang akan menang. Tetapi apakah hukum rimba itu salah??. Kembali lagi konteks hukum rimba adalah sebuah rantai makanan dimakan hewan yang kuat akan memakan hewan yang lebih lemah. Seperti Harimau memakan rusa, Ular memakan katak. Dan hukum rimba adalah sebuah ciptaan tuhan yang sangat sempurna dimana justru sebuah rantai makanan itu dapat terjaga.

Sebenarnya saya tak berani mengutip dari sebuah ayat yang ada di Al qur’an, tapi ada sebuah ayat yang maksudnya adalah “Lakukanlah sesuatu dengan sungguh sungguh”. “apabila tidak sungguh sungguh sam dengan berdosa “ (maaf bila salah dalam kata dan semoga benar dalam maksudnya) berarti bisa diartikan bahwa kalo memang ingin berbuat baik ya lakukan sungguh sungguh dengan iklas ataupun bila ingin berbuat jahat juga lakukan dengan semaksimal mungkin.

Dalam era modernpun sekarang orang lebih banyak menghujat semua yang berbau kejahatan, terorisme dan meminta sebuah tindakan hukum seberat beratnya. Orang orang pegiat media sosial malah lebih gila dalam membuat sebuah hujatan untuk satu kasus kejahatan. Masih bisa diingat peran Israel dan Palestina yang dalam kitab Al Qur’an pun sudah disebutkan. Sehingga semua orang islampun menghujat orang Israel sebagai pembunuh keji yang pantas untuk dihancurkan. Sedangkan bagi orang non muslim hal yang berbau islam adalah masyarakat teroris.

Bangsa Israel adalah bangsa Yahudi sehingga bagi orang islam sendiri bangsa Yahudi adalah musuh utama yang harus dibinasakan. Dan Dunia media sosialpun dijadikan ajang perang status dan perang simpati yang kebanyakan mengutuk orang Yahudi sebagai musuh yang harus dibasmi. Tapi apakah dalam kenyataanya para manusianya terutama orang Indonesia yang sebagian besar adalah muslim juga mau melakukan pembunuhan pada orang Yahudi secara langsung. Ataupun adakah berita di Indonesia ini ada seorang yang langsung membunuh orang Yahudi ketika bertemu. Bukankah harus dilakukan sungguh sungguh karena bila setengah setengah malah menimbulkan dosa.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk menjadikan motivasi untuk membunuh tetapi daripada kita ikut ikutan menghujat apakah tidak lebih baik berbuat yang lebih bijaksana. Seperti berdoa agar semua rakyat Palestina diberi kekuatan dan ketabahan untuk menjalankan Ujian dari Allah, dan bangsa Israel diberi Hidayah dan Ampunan. Karena sebuah kebenaran itu hanyalah milik Allah dan manusia adalah letaknya salah dan dosa.

Tak perlu ikut ikutan menyalahkan orang lain yang kita sendiri tidak tahu jelas inti permasalahanya. Tak perlu lagi kita bersimpati di Media Sosial karena empati kitalah yang lebih dibutuhkan. Tak usahlah kita mengkafir kafirkan orang karena itu adalah haknya Allah SWT.

 


TAGS  


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive