Masih terus UP date

Nama Desaku Karah dan inilah sejarahnya

28 Aug 2015 - 17:07 WIB

Ketika kelas 2 SMA dulu saya pernah mendapatkan tugas dari guru untuk menuliskan tentang sejarah desa masing masing. Waktu itu tak ada yang mampu menyelesaikan atau bahkan tak ada yang mau membuat tugas tulisan itu.
Bisa dibilang sebuah rejeki bagi saya waktu itu duduk bersama orang tua itu, sebuah rejeki yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan di desa saya. Ataupun sebuah Rejeki buat anak anak generasi saya yang kemungkinan tak pernah tau tentang sebuah sejarah yang ada di desanya.
Sejarah karah tak terlepas dari nama tokoh masyarakat bernama sayyid wazir bin nyai ayu bin sulaiman bin Abdurrahman bin umar basyaiban . Namun orang lebih mengenal nama beliau dengan sebutan kyai wijil atau mbah wijil .Makam Ki Wijil ada di samping Masjid Al-Muttaqin jalan Ketintang Barat Gang II Surabaya.sebuah nama pemberian dari seorang pembesar Majapahit berprofesi sebagai petani & pande besi, masih keturunan Mpu Gandring anak Nyai Ayu & Abdullah dari Sidosermo. (Sumber Dresmo)
Mbah wijil adalah tokoh yang mbabat alas atau pertama kali di sekitaran Jambangan, ketintang, Karah, Pagesangan, dan Kebonsari. Diceritakan bahwa daerah Kecamatan Jambangan dulunya adalah daerah hutan yang berada di pinggir sungai Brantas.
Ketintang berarti Ketinggian yang terhalang (dangd dang). Mbah Wijil waktu itu ingin membuka lahan yang gersang (Pagesangan) tetapi telah menemukan sebuah Arit/ Clurit di daerah tersebut. Sedangkan dia sendiri juga adalah seorang pandai besi. Alasan ingin membuka lahan di daerah gersang tersebut karena banyak Kolam (blumbang) di samping desa itu dan akhirnya menamakan desa terebut Jambangan.
Di samping desa yang gersang terdapat Sebuah Kebon yang luas dan akhirnya dinamakan Kebonsari. Untuk membuka lahan di tanah gersang itu memerlukan alat untuk membuka lahan. Disebelah ketintang ada kumpulan Pandai besi sehingga daerahnya dinamakan bibis. Dan Karah sendiri adalah sebuah benda berlingkar berbentuk lingkaran dari besi yang diletakkan di gagang (pegangan) dari kayu untuk memperkuat gagang kayu itu ketika disatukan dengan Arit (clurit). Lengkaplah sudah satu alat bernama Arit itu untuk membuka Tanah gersang tersebut menjadi sawah dan kebun yang produktif buat masyarakat disana.
Karah sendiri kini termasuk di Wilayah Kecamatan Jambangan, sebelah utara berbatasan dengan Sungai Brantas. wilayah barat berbatasan dengan Jambangan dan di Timur berbatasan dengan Ketintang. Luas Karah sendiri sekitar 121.772 m2 dengan Jumlah RT 50 dan RW 12.
Cerita kemudian berlanjut di nama nama desa yang berada di sekitaran karah hingga dulu masih berada dikecamatan WOnocolo. Termasuk arti dari nama Wonokromo, Gayungan,Simowau dan semolowaru. Hingga bagaimana dulu fungsi Sungai Brantas yang digunakan oleh orang Belanda untuk menyerbu Kota Mojopahit.
Dan Malam itu saya cukup puas mendengar cerita tersebut, bukan lagi sebuah legenda ataupun cerita heroik tetapi mungkin tak banyak orang Karah sendiri yang mengetahui cerita asal usul nama Karah sehingga inilah keberuntungan saya malam itu.


TAGS   Sejarah Karah / Profil Karah /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive