Masih terus UP date

Mending dadi Gendeng

9 Jul 2015 - 11:21 WIB

Ini bercerita tentang dua teman saya tanpa perlu saya sebutkan nama mereka, 2 orang gila yang saya kagumi.

Orang pertama ini bekerja pada sebuah media massa online di Surabaya, cara kerja untuk ukuranku sih termasuk gila. Meskipun bagi orang lain hal itu hal biasa, bagaimana kerja dengan perusahaan orang kok bisa kerja semaunya. Datang sesuka hati, pulang semaunya, dan penampilan terserah dia.

Pada perjalanan waktu dia dituntut untuk gila, kerja dari pagi hingga pagi tanpa henti atau bisa jadi malah tanpa kekantor sama sekali. Bahkan sayapun pernah diajak menemani dia pada pukul 11 malam dikantornya.Tapi semua kegilaan itu malah mulai dipertanyakan sama orang lainya, sehingga pekerjaan itu harus mulai berseragam.

Jam kantor harus sesuai aturan, seragam harus sama dengan lainya (untung otaknya tak harus disamakan) sehingga dia dijadikan orang waras kembali.Suatu saat anggapan mengenai keseragaman mulai ada celah buat dia untuk menjadi gila kembali. Ternyata pegawai lain boleh berambut gondrong. Nah sekarangpun dia memilih untuk menjadi Gondrong lagi biar bisa gila lagi. Yang penting pekerjaan yang diminta perusahaan itu semua selesai dikerjaan.

Semua pekerjaanya berhubungan dengan internet baik dirumah,dng smartphone maupun dikantor semuanya terhubung dengan internet, tapi sekarang ketika bertemu atau berkumpul dengan orang waras dia sama sekali tak menyentuh smartphonenya dan menjadi teman yang waras bagi orang orang yang ingin menjadi gila atau bahkan orang yang merasa waras tapi tidak tahu tentang kewarasannya.

Orang kedua ini lebih gila lagi sebut saja Gondes (Gondrong Desa)
Pekerjaanya lebih gampang dikatakan makelar, tapi dia lebih disebut Marketing ato makelar everything. Rekan kerjanya ada di dinas pemerintahan, yang semuanya menyebut dirinya orang orang yang waras. Orang orang berseragam dengan otak yang diseragamkan.

Sebagai seorang rekanan baru di pemerintahan Gondes ini harus bersaing dengan rekanan rekanan yang sudah berkerja lebih lama darinya.Sebagai orang waras penampilan tentu haruslah yang paling utama. Pakaian rapi, kendaraan bagus, badan wangi dan yang penting membawa uang banyak.

sebagai pemain baru Gondespun kewalahan jika harus bersaing dengan mereka, tapi karena sebuah kebutuhan Gondes harus bisa bersaing dengan mereka.Bila bersaing dengan penampilan terlalu berat apalagi karena faktor kedekatan itu biasanya lebih dipertimbangkan. Bila bersaing uang malah semakin berat karena wong tujuan gondes cari uang kok malah harus mengeluarkan uang.

Akhirnya cara terakhir dia harus jadi selebritis, karena selebritis lebih mudah dikenal dan dikagumi oleh orang orang yang waras.Dan untuk jadi selebritis yang cepat dikenal caranya adalah berpenampilan beda, maka Gondes memilih untuk memanjangkan rambutnya.

Dengan rambut gondrong, celana robek robek atau celana pendek. Muka kusut seolah tak mandi karena memang dia belum mandi, berangkatlah gondes ini bertemu dengan orang orang penting dipemerintahan. Karena penampilan gila Gondes menjadi omongan banyak orang maka dia jadi selebritis baru yang dibicarakan banyak orang.

Entah karena terkagum atau karena rasa penasaran semua orang akhirnya berusaha caritahu tentang dia, akhirnya dengan mudah gondes menawarkan bentuk bentuk kerjasama yang dapat menguntungkan 2 belah pihak.

Yang Paling gila dari Gondes adalah disaat berada dipuncak karir saat ini, gondes meninggalkan dan sekarang memilih untuk menjadi petani.

Orang Gila adalah orang yang jujur pada diri sendiri, maka untuk menemukan diri anda cobalah untuk menjadi gila.


TAGS   cara jadi gila /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive