Masih terus UP date

Nyai Blade

7 Apr 2015 - 23:22 WIB

PERJALANAN TANPA RENCANA BERARTI BODOH

TERLALU BANYAK RENCANA BERARTI GAGAL

 

Dikecepatan 100 km/jam aku melaju dengan nyai, tak ingin melebihi angka tersebut karena helmku  tak mampu menahan angin yang menerpa dari depan. Sudah 2 jam waktu kulalui dari Probolinggo hingga sekarang berada di daerah Situbondo. Tibalah dipersimpangan antara melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi dan berlanjut ke Bali atau belok kanan menuju Bondowoso untuk menuju ke Kawah Ijen

Jiwa yang sangat istimewah ditunjukkan si Nyai dengan mengikuti keinginanku melakukan perjalanan dari Surabaya ke Bali via jalur darat dengan jarak tempuh ±400km. Ambisiku yang ingin diwujudkan Nyai dengan menemaniku hingga akhir perjalanan tanpa mengeluh. Selain ingin mengenalkan Nyai pada Paiton dan juga Pantai Pasir putih, saya juga ingin menunjukan indahnya kawah ijen yang terkenal hingga Manca negara. Tapi sayangnya Nyai tak pernah jujur padaku bila ternyata kakinya sebenarnya cidera. Cidera yang nantinya menjadi cerita Indah yang tak akan kami lupakan……………….

Si Nyai yang telah melakukan perjalanan lebih dari 1000km berjalan 
menahan sakit di kakinya akhirnya harus menyerah. Nyai adalah kendaraan roda dua dari merk motor honda, jenis kendaraan keluaran tahun 2009 dan setahun ini ku miliki. Sebuah motor dengan brand salah satu tim terkenal diMotor GP yaitu Repsol Honda ini belum pernah saya gunakan untuk perjalanan sejauh ini. Meskipun begitu dengan berbagai kekuranganya Nyai berusaha untuk mengikuti perjalananku dari Surabaya menuju Ke Bali.

Ban Bocor menjadi sebuah bencana bagiku dan terjadi di tengah tengah Taman Nasional Baluran Banyuwangi. Sayapun harus menuntun si Nyai berjalan lebih dari 2km di tengah tengah hutan hingga mendapatkan tukang tambal ban terdekat. Memang semua adalah kesalahanku yang tak pernah memeriksa keseluruhan sehingga terjadi tragedi ini. Karena saya dari dulu sudah percaya dengan ketangguhan mesin motor si Nyai, dan harus saya akui bahwa ketangguhan Nyai Blade ini membantu saya untuk melewati semua rintangan yang terjadi.

Ketangguhan SI Nyai pun telah mengantarkanku menuju Bali dengan Selamat, harus ku akui Nyai Blade begitu   saya menyebutnya adalah salah satu produk Honda yang bandel. Karena telah mengantarku menuju bali dengan selamat sayapun ini memberi penghargaan pada motor honda blade ini dengan nama Nyai BLADE.

Honda Blade adalah motor bebek bergaya racing memiliki kecepatan dan performa yang tinggi, terkesan lebih sporty dan sangat berjiwa muda. Sistem mesin yang menganut konfigurasi Overstroke  mampu mendongkrak torsi gede pada rpm bawah. Lihat saja dari spesifikasi tekniknya. Torsi 0.86 Kgfm / 5500 rpm (8,46 PS/ 7500 rpm. Lumayan dashyat untuk mesin 110cc yang diklaim irit. Dengan menempuh jarak ±400km saya hanya memerlukan kurang dari 10 liter bensin untuk bisa mencapai Bali. Dengan  dimensi 1855 x 709 x 1071 mm  jarak sumbu roda 1221mm  dan jarak terendah ketanah 147 mm honda blade merupakan motor yang lincah.

Dari tahun 1990 keluarga saya sudah menggunakan motor honda, baik motor bebek, matik hingga motor cowok. Dan sayapun memilih Honda Blade karena selain bodynya yang menawan juga karena mesin yang tak rewel. Perawatanya sangat mudah dengan sparepart yang harganya mudah dijangkau.

Sedangkan Nyai sendiri memiliki arti perempuan yang usianya lebih tua, menurutku untuk motor honda blade buatan tahun 2009 adalah motor senior yang masih tangguh dan sangat nyaman untuk dipakai buat perjalanan jauh. Dengan waktu tempuh lebih dari 12 jam tak mengalami hambatan selain ban bocor yang memang sebuah kecerobohan saya. Dari pengalaman itulah sayapun makin jatuh cinta dengan honda.

Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Blog Teknologi Pintar Honda


 

 


TAGS   teknologi pintar / hondasmarttech / esp / honda / honda smart technologi / honda blade /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive